Sedotan, Sendok, dan Alat Makan Sekali Pakai: Kecil, Banyak, dan Sulit Ditangkap

Datang Tanpa Diminta
Pesan makanan lewat aplikasi, beli nasi bungkus di warung, atau ambil es teh di pinggir jalan, hampir selalu ada bonus yang tidak diminta: sedotan, sendok plastik, garpu, kadang tusuk gigi dan tisu, semuanya dalam bungkus plastik kecil. Di rumah, sebagian besar alat makan ini tidak dipakai karena kita sudah punya sendok sendiri. Hasilnya, laci dapur penuh sendok plastik, atau alat makan itu langsung dibuang bersama kemasannya.
Alat makan sekali pakai mungkin terlihat sepele karena ukurannya kecil. Namun justru karena kecil, ringan, dan sangat banyak, barang-barang ini menjadi salah satu sampah yang paling sulit ditangkap oleh sistem daur ulang.
Mengapa Sulit Didaur Ulang
Sedotan dan alat makan plastik umumnya terbuat dari PP atau PS. Secara teknis, bahan ini bisa didaur ulang. Namun ada beberapa hambatan praktis. Pertama, ukurannya kecil dan ringan sehingga sering lolos dari mesin sortir dan jatuh bersama sampah halus. Kedua, alat makan biasanya kotor oleh sisa makanan dan minyak. Ketiga, beratnya sangat kecil, sehingga dibutuhkan ribuan batang sedotan untuk mencapai satu kilogram, membuat pengumpulannya tidak menarik secara ekonomi. Keempat, alat makan sering dibungkus plastik kecil terpisah yang juga sulit diolah.
Akibatnya, sebagian besar sedotan dan alat makan sekali pakai berakhir di TPA atau tercecer di lingkungan.
Dampak di Lingkungan
Sedotan dan sendok plastik termasuk sampah yang sering ditemukan dalam kegiatan bersih pantai dan sungai. Karena ringan, mereka mudah terbawa angin dan air. Bentuknya yang kecil dan memanjang membuatnya mudah tertelan atau menjerat hewan. Seiring waktu, plastik-plastik kecil ini rapuh dan pecah menjadi mikroplastik.
Langkah untuk Konsumen
Kabar baiknya, alat makan sekali pakai adalah salah satu plastik yang paling mudah dihindari. Beberapa langkah sederhana:
- Saat memesan makanan lewat aplikasi, pilih opsi tanpa alat makan bila tersedia.
- Saat membeli di warung atau kedai, katakan bahwa kamu tidak memerlukan sedotan atau sendok.
- Bawa satu set alat makan guna ulang di tas, misalnya sendok, garpu, dan sedotan logam atau bambu.
- Untuk kantor, simpan alat makan sendiri di laci meja.
- Jika alat makan plastik terlanjur diberikan dan masih bersih, simpan untuk keperluan acara atau bekal, daripada langsung dibuang.
Langkah untuk Pedagang dan Restoran
Pedagang dan restoran memiliki pengaruh besar. Dengan mengubah satu kebiasaan, mereka bisa mencegah ribuan alat makan setiap bulan.
- Jangan memberikan alat makan dan sedotan secara otomatis. Tanyakan terlebih dahulu, atau sediakan hanya atas permintaan.
- Untuk makan di tempat, sediakan alat makan yang bisa dicuci.
- Untuk pesanan antar, aktifkan opsi tanpa alat makan di aplikasi dan jadikan itu pilihan bawaan bila memungkinkan.
- Jika tetap perlu menyediakan, pilih alat makan dari bahan yang lebih awet atau mudah dikelola, dan hindari bungkus plastik individual.
- Sediakan sedotan hanya untuk minuman tertentu atau untuk pelanggan yang membutuhkan.
Langkah-langkah ini juga mengurangi biaya pembelian alat makan bagi usaha.
Sedotan untuk yang Membutuhkan
Perlu diingat bahwa sebagian orang benar-benar membutuhkan sedotan, misalnya anak kecil, lansia, dan orang dengan kondisi tertentu yang sulit minum langsung dari gelas. Mengurangi sedotan bukan berarti menghapusnya sama sekali, melainkan tidak memberikannya secara otomatis kepada semua orang. Sedotan tetap bisa disediakan atas permintaan.
Bagaimana dengan Alternatif Sekali Pakai
Saat ini banyak tersedia sedotan dan alat makan sekali pakai dari kertas, bambu, kayu, atau bahan nabati. Alternatif ini dapat membantu mengurangi plastik, tetapi tetap merupakan barang sekali pakai yang menghasilkan sampah dan menggunakan sumber daya. Sebagian produk berlabel nabati juga membutuhkan kondisi khusus untuk terurai. Pilihan terbaik tetap tidak menggunakan alat makan sekali pakai jika tidak diperlukan, atau memakai alat makan guna ulang.
Jika Ingin Mengumpulkan
Bagi yang ingin mengumpulkan alat makan plastik bekas, pastikan bersih dan kering. Pisahkan alat makan dari bungkus plastik kecilnya. Karena volumenya kecil, kumpulkan dalam satu wadah hingga cukup banyak, lalu tanyakan kepada bank sampah atau mitra daur ulang apakah jenis bahannya diterima. Jika tidak diterima, alat makan bersih dapat dimasukkan ke ecobrick atau dibuang sebagai residu.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Bayangkan setiap orang di satu kota menolak satu sendok plastik dan satu sedotan setiap hari. Dalam setahun, jumlah plastik yang dicegah bisa mencapai jutaan batang. Ini contoh bagaimana kebiasaan kecil yang dilakukan bersama menghasilkan dampak besar, tanpa biaya dan tanpa repot.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah sedotan logam aman dipakai berulang kali? Aman jika dicuci dengan sikat khusus sedotan dan dikeringkan dengan baik.
Apakah sendok plastik bisa dimasukkan bersama gelas plastik? Jika bahan dan kodenya sama, bisa digabung, tetapi pastikan bersih. Jika ragu, pisahkan.
Mengapa ada aturan pembatasan sedotan di beberapa daerah? Karena sedotan dianggap barang yang mudah dihindari namun sering mencemari lingkungan, sehingga beberapa daerah memilih membatasinya.
Contoh di Kantor dan Kantin
Kantor dan kantin bisa menjadi tempat yang tepat untuk memulai. Kantin dapat menyediakan sendok, garpu, dan gelas yang dicuci untuk semua pembeli yang makan di tempat. Kantor dapat menyediakan satu laci alat makan bersama di pantry, sehingga karyawan yang memesan makanan dari luar tidak perlu memakai alat makan plastik. Untuk rapat dan acara internal, panitia dapat memesan konsumsi tanpa alat makan sekali pakai.
Dalam satu bulan, kebiasaan ini bisa mencegah ratusan hingga ribuan alat makan plastik, tergantung jumlah karyawan. Catat jumlah pesanan makanan tanpa alat makan sebagai indikator sederhana keberhasilan program.
Mengajak Teman dan Keluarga
Perubahan sering dimulai dari contoh. Saat makan bersama teman atau keluarga dan kamu mengeluarkan alat makan sendiri, orang di sekitarmu akan memperhatikan. Tanpa perlu ceramah, kebiasaan ini bisa menular.
Simpan Set di Tempat yang Mudah Dijangkau
Letakkan set alat makan guna ulang di tas kerja atau kendaraan agar selalu terbawa tanpa harus diingat setiap pagi. Pilih set yang ringan dan dilengkapi kantong kain kecil agar mudah dibersihkan dan tidak mengotori isi tas setelah dipakai makan di luar. Dengan begitu, set selalu siap dipakai. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberi hasil nyata.
Penutup
Sedotan dan alat makan sekali pakai adalah sampah yang paling mudah dicegah: cukup katakan tidak perlu. Bawa alat makan sendiri, pilih opsi tanpa alat makan saat memesan, dan dorong pedagang untuk memberikan hanya atas permintaan. Untuk plastik bernilai lainnya dari pesananmu, seperti wadah PP keras dan botol, cek kategori dan harganya di halaman Harga Daur Ulang WasteLab.