Glosarium Daur Ulang: Istilah yang Sering Didengar di Dunia Pengelolaan Sampah

Mengapa Perlu Glosarium
Dunia pengelolaan sampah dan daur ulang memiliki banyak istilah teknis. Sebagian berasal dari bahasa industri, sebagian dari bahasa Inggris, dan sebagian lagi dari kebiasaan di lapangan. Bagi warga, pengurus bank sampah, mahasiswa, atau perusahaan yang baru mulai terlibat, istilah-istilah ini bisa membingungkan.
Glosarium ini merangkum istilah yang sering muncul di artikel WasteLab dan di percakapan sehari-hari di dunia daur ulang, dengan penjelasan sesederhana mungkin. Kamu bisa menyimpannya sebagai rujukan.
Istilah Dasar Pengelolaan Sampah
3R: singkatan dari Reduce, Reuse, Recycle, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Urutannya menunjukkan prioritas. Mengurangi adalah yang paling utama.
Pemilahan di sumber: memisahkan sampah berdasarkan jenisnya di tempat sampah itu dihasilkan, misalnya di dapur rumah atau di kantor, sebelum diangkut.
Sampah organik: sampah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah.
Sampah anorganik: sampah yang tidak mudah terurai secara alami, seperti plastik, logam, dan kaca.
Residu: sampah yang tersisa setelah pemilahan dan tidak dapat didaur ulang atau diolah di sistem yang ada, sehingga harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
TPS: Tempat Penampungan Sementara, lokasi pengumpulan sampah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
TPS3R: Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle, yaitu fasilitas di tingkat kawasan yang memilah dan mengolah sampah sebelum sisanya dikirim ke TPA.
TPA: Tempat Pemrosesan Akhir, lokasi akhir pembuangan dan pemrosesan sampah residu.
Bank sampah: tempat masyarakat menyetor sampah terpilah yang ditimbang dan dicatat nilainya seperti tabungan.
Istilah Jenis Plastik
Kode resin: angka 1 sampai 7 di dalam segitiga panah pada kemasan plastik yang menunjukkan jenis bahan plastik, bukan jaminan bahwa plastik tersebut pasti didaur ulang.
PET: plastik bening kode 1, misalnya botol air mineral.
HDPE: plastik padat kode 2, misalnya botol sampo dan jeriken.
PVC: plastik kode 3, misalnya pipa dan kemasan blister.
LDPE: plastik lentur kode 4, misalnya kantong plastik dan plastik pembungkus.
PP: plastik kode 5, misalnya gelas minuman, tutup botol, dan kotak makan.
PS: plastik kode 6, termasuk styrofoam.
Lainnya: kode 7 untuk plastik jenis lain atau campuran.
Multilayer: kemasan yang tersusun dari beberapa lapisan bahan berbeda, seperti sachet dan bungkus snack, yang sulit didaur ulang.
Rigid: plastik keras atau kaku, seperti botol, galon, dan ember.
Film: plastik lembaran tipis, seperti kantong dan plastik wrap.
Istilah di Rantai Daur Ulang
Pemulung: orang yang memungut barang bernilai dari tempat sampah, TPS, atau lingkungan untuk dijual.
Lapak: tempat usaha pengepul kecil yang membeli dan mengumpulkan barang bekas dari pemulung dan warga.
Pengepul: pelaku usaha yang membeli barang bekas dalam jumlah tertentu, menyortir, lalu menjualnya ke pembeli yang lebih besar.
Offtaker: pembeli akhir hasil pilahan atau olahan, biasanya industri yang menggunakan bahan daur ulang sebagai bahan baku.
Grade: tingkatan kualitas bahan yang menentukan harga, berdasarkan kebersihan, keseragaman jenis, dan warna.
Sortir: proses memisahkan bahan berdasarkan jenis, warna, dan kualitas.
Bal atau bale: tumpukan bahan yang dipadatkan dan diikat agar efisien saat disimpan dan diangkut.
Susut: pengurangan berat barang selama penyimpanan, misalnya karena air yang menguap atau kotoran yang terlepas.
Istilah Pengolahan
Cacah: proses memotong plastik menjadi potongan kecil dengan mesin pencacah.
Flakes: serpihan plastik hasil pencacahan, biasanya sudah dicuci.
Pelet: butiran plastik seragam hasil peleburan flakes, yang siap dipakai mesin produksi.
Daur ulang mekanis: daur ulang dengan cara fisik, yaitu memilah, mencacah, mencuci, melelehkan, dan membentuk ulang plastik.
Daur ulang kimia: proses mengurai plastik menjadi bahan kimia dasar untuk dibuat ulang menjadi plastik atau produk lain.
Downcycling: daur ulang yang menghasilkan produk dengan kualitas atau nilai lebih rendah dari aslinya.
Kontaminasi: bahan asing seperti sisa makanan, minyak, label, atau jenis plastik lain yang tercampur dan menurunkan kualitas.
Istilah Kebijakan dan Keberlanjutan
EPR: Extended Producer Responsibility atau tanggung jawab produsen yang diperluas, yaitu prinsip bahwa produsen ikut bertanggung jawab atas kemasan dan produknya setelah dipakai konsumen.
Ekonomi sirkular: model ekonomi yang menjaga material tetap berputar dalam siklus penggunaan, berbeda dengan model ambil, pakai, buang.
rPET: PET hasil daur ulang yang dipakai kembali sebagai bahan baku.
Kandungan daur ulang: persentase bahan daur ulang dalam sebuah produk atau kemasan.
Greenwashing: klaim ramah lingkungan yang berlebihan atau menyesatkan.
CSR: Corporate Social Responsibility, program tanggung jawab sosial perusahaan.
Istilah di Lapangan Sehari-hari
Botol putih: sebutan lapangan untuk botol PET bening.
Botol warna: botol PET berwarna seperti hijau atau biru.
Gelas: sebutan untuk gelas plastik minuman, biasanya PP atau PET.
Kresek: kantong plastik belanja.
Emberan atau plastik keras: sebutan lapangan untuk barang plastik keras seperti ember, baskom, dan kursi plastik.
Istilah lapangan bisa berbeda antar daerah. Jika ragu, tanyakan kepada pengepul atau bank sampah setempat.
Mengapa Istilah Ini Penting
Memahami istilah membantu komunikasi yang lebih jelas antara warga, bank sampah, pengepul, operator, perusahaan, dan pemerintah. Ketika semua pihak memakai bahasa yang sama, kesalahpahaman tentang harga, kualitas, dan proses dapat dikurangi.
Istilah Tambahan yang Sering Muncul
Timbulan sampah: jumlah sampah yang dihasilkan oleh suatu wilayah atau kegiatan dalam periode tertentu, biasanya dinyatakan dalam kilogram atau ton per hari.
Komposisi sampah: perbandingan jenis-jenis sampah dalam timbulan, misalnya berapa persen organik, plastik, dan kertas.
Kompos: hasil penguraian sampah organik yang dapat digunakan sebagai penyubur tanah.
Maggot: larva lalat tentara hitam yang dapat mengurai sampah organik dan dimanfaatkan sebagai pakan.
Tera: pemeriksaan dan penandaan alat ukur seperti timbangan oleh instansi berwenang untuk memastikan akurasinya.
Tonase: total berat barang, biasanya dalam satuan ton.
Pengolahan awal: proses seperti sortir, pencacahan, pencucian, dan pemadatan sebelum bahan dijual ke industri pengguna.
Bahan baku sekunder: bahan baku yang berasal dari hasil daur ulang, sebagai lawan bahan baku primer dari sumber alam.
Ecobrick: botol plastik yang diisi padat dengan potongan plastik bersih dan kering hingga keras, digunakan sebagai bahan bangunan sederhana.
Simpan dan Bagikan
Glosarium ini bisa dicetak dan ditempel di bank sampah, ruang kelas, atau kantor, sehingga semua orang memiliki rujukan yang sama. Rujukan bersama memudahkan diskusi antarpihak. Perbarui glosarium bila muncul istilah baru. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberi hasil nyata.
Penutup
Glosarium ini bisa menjadi pegangan awal untuk memahami dunia daur ulang. Jika ada istilah lain yang ingin kamu ketahui, hubungi tim WasteLab melalui website kami. Untuk melihat bagaimana istilah grade dan kategori diterapkan, cek halaman Harga Daur Ulang WasteLab.