Gelas Kopi Kekinian dan Minuman Boba: Ke Mana Perginya Setelah Diminum?

Gelombang Gelas Plastik
Dalam beberapa tahun terakhir, kedai kopi susu, teh, dan minuman boba tumbuh pesat di kota besar hingga kota kecil. Gerai baru bermunculan di pinggir jalan, di dalam mal, dan di kawasan kampus. Pesanan juga mengalir melalui aplikasi antar. Setiap minuman yang terjual hampir selalu datang dalam paket yang sama: gelas plastik, tutup, sedotan, kadang plastik segel, dan kantong untuk membawanya.
Bisnis ini memberi lapangan kerja dan peluang usaha bagi banyak anak muda. Namun ia juga melahirkan arus sampah plastik baru yang besar dan konsisten. Pertanyaannya, ke mana perginya gelas-gelas itu setelah isinya habis?
Mengenal Bahan Gelas Minuman
Gelas minuman kekinian umumnya terbuat dari dua jenis plastik. Yang paling umum adalah PP atau polipropilena dengan kode 5. Gelas PP terasa sedikit lentur, tidak terlalu bening, dan sering dipakai dengan tutup segel yang dipres mesin. Jenis kedua adalah PET dengan kode 1, yang lebih bening, kaku, dan berbunyi renyah saat ditekan. Gelas PET biasanya dipakai dengan tutup kubah atau tutup datar yang juga berbahan PET.
Mengetahui perbedaan ini penting karena keduanya diproses terpisah. Cara paling mudah adalah melihat kode di dasar gelas.
Nasib Gelas Setelah Dibuang
Gelas yang dibuang ke tempat sampah campur biasanya masih menyisakan es, susu, sirup, atau butiran boba. Sisa ini membuat gelas lengket, berbau, dan mengundang semut. Ketika tercampur sampah lain, gelas menjadi kotor dan nilainya turun drastis. Banyak yang akhirnya berakhir di TPA.
Gelas yang dibuang sembarangan, misalnya di pinggir jalan atau taman, lebih buruk lagi nasibnya. Bersama sedotan dan plastik segel, gelas-gelas ini mudah terbawa hujan ke selokan.
Sebaliknya, gelas yang dibilas dan dipisahkan memiliki nilai di pasar daur ulang. Gelas PP dan PET yang bersih dapat dicacah, dicuci, dan diolah kembali menjadi bahan baku plastik.
Masalah Plastik Segel dan Sedotan
Tidak semua bagian kemasan minuman sama mudahnya untuk didaur ulang. Plastik segel tipis yang dipres di atas gelas sering terbuat dari bahan berlapis dan menempel kuat di bibir gelas. Sedotan berukuran kecil dan ringan sehingga sulit dikumpulkan dan sering lolos dari proses sortir. Kantong plastik pembawa umumnya tipis dan sering kotor.
Karena itu, saat memilah, lepaskan plastik segel sebisa mungkin dan pisahkan sedotan. Gelas yang bersih tanpa segel akan dinilai lebih baik.
Langkah untuk Pembeli
Sebagai pembeli, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Bawa tumbler atau gelas sendiri. Banyak kedai kini menerima dan bahkan memberi potongan harga.
- Jika minum di tempat, minta gelas yang bisa dicuci bila tersedia.
- Tolak sedotan bila tidak dibutuhkan, atau bawa sedotan guna ulang.
- Setelah minum, buang sisa es dan bilas gelas sebelum dikumpulkan.
- Pisahkan gelas, tutup, sedotan, dan segel saat memilah di rumah atau kantor.
- Setor gelas yang sudah terkumpul ke bank sampah atau mitra daur ulang.
Langkah untuk Pemilik Kedai
Pemilik kedai memegang peran yang jauh lebih besar karena keputusan mereka memengaruhi ribuan gelas setiap bulan. Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:
- Pilih satu jenis bahan untuk gelas dan tutup, misalnya semua PP atau semua PET, agar lebih mudah didaur ulang.
- Hindari gelas berlapis cetakan penuh atau warna gelap yang menurunkan nilai daur ulang.
- Berikan insentif bagi pelanggan yang membawa tumbler.
- Sediakan tempat sampah terpilah di area duduk, dengan wadah khusus sisa minuman cair.
- Kumpulkan gelas bekas dari area kedai dan salurkan secara rutin ke mitra daur ulang.
- Tampilkan pesan singkat di menu atau gelas tentang cara memilah setelah minum.
Bagi kedai dengan banyak cabang, langkah-langkah ini bisa menjadi bagian dari identitas merek. Pelanggan muda semakin memperhatikan kepedulian lingkungan dari tempat mereka membeli.
Kedai sebagai Titik Kumpul
Ada peluang menarik bagi kedai yang ingin melangkah lebih jauh: menjadi titik kumpul gelas bekas. Pelanggan bisa mengembalikan gelas yang sudah dibilas ke kedai, mungkin dengan imbalan poin atau potongan kecil. Kedai lalu menyimpannya di area belakang dan menyalurkannya secara rutin. Program seperti ini membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus memastikan gelas tidak tercecer.
Agar berjalan baik, pastikan ada mitra penyaluran yang jelas sebelum memulai, sehingga gelas yang terkumpul tidak menumpuk tanpa tujuan.
Hitung Dampaknya
Bayangkan satu kedai menjual tiga ratus gelas sehari. Dalam sebulan, itu sekitar sembilan ribu gelas. Jika sebagian besar gelas dari area kedai dan pengembalian pelanggan bisa dikumpulkan bersih, kedai tersebut sudah mencegah ribuan gelas berakhir di selokan atau TPA setiap bulan. Untuk jaringan dengan puluhan cabang, angkanya menjadi sangat signifikan, dan data ini bisa menjadi cerita kuat dalam komunikasi merek.
Peran WasteLab
WasteLab dapat menjadi mitra bagi kedai, jaringan kedai, maupun pengelola pusat kuliner yang ingin menyalurkan gelas plastik terpilah. Kami membantu penjemputan, penimbangan per jenis, dan pencatatan volume yang bisa dipakai untuk laporan internal maupun publikasi. Untuk pelaku usaha kecil, gelas terpilah juga bisa disalurkan melalui bank sampah atau mitra lapak terdekat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gelas kertas lebih baik dari gelas plastik? Tidak selalu. Banyak gelas kertas dilapisi plastik tipis di bagian dalam agar tidak bocor, sehingga sulit didaur ulang di jalur kertas biasa. Pilihan terbaik tetap gelas guna ulang.
Apakah gelas yang masih ada sisa boba bisa disetor? Buang sisa minuman dan boba ke tempat sampah organik, bilas gelas, lalu keringkan. Gelas yang lengket akan dinilai lebih rendah.
Apakah tutup kubah dan gelas boleh digabung? Jika keduanya berbahan sama, misalnya PET, boleh digabung. Jika berbeda, pisahkan. Lihat kode di masing-masing bagian.
Peluang Kolaborasi antar Kedai
Kedai kecil sering merasa volume gelasnya belum cukup untuk dijemput sendiri. Solusinya, beberapa kedai di satu kawasan, misalnya di sekitar kampus atau pusat kuliner, dapat bekerja sama menyediakan satu titik kumpul bersama. Volume gabungan membuat penjemputan lebih efisien, dan kolaborasi ini bisa menjadi cerita positif yang menarik bagi pelanggan di kawasan tersebut.
Pesan untuk Pelanggan Setia
Pelanggan setia bisa menjadi duta kedai dengan membawa tumbler dan mengajak teman-temannya melakukan hal yang sama.
Penutup
Minuman kekinian akan terus menjadi bagian dari gaya hidup kita. Yang bisa kita ubah adalah apa yang terjadi pada gelasnya. Bawa tumbler bila bisa, bilas dan pisahkan bila tidak. Bagi pemilik kedai, jadikan pengelolaan gelas sebagai bagian dari layanan. Jika kamu ingin mendiskusikan program pengumpulan gelas untuk kedaimu, hubungi tim WasteLab melalui formulir kemitraan di website kami.