Apotek dan Kemasan Obat: Strip, Blister, dan Botol Plastik

Kemasan yang Ada di Setiap Rumah
Hampir setiap rumah memiliki kotak obat berisi obat sakit kepala, obat flu, vitamin, salep, dan obat resep. Setelah obat habis, tersisa kemasan seperti strip, blister, botol plastik, tube salep, dan kardus kecil. Selain itu, sering ada obat yang kedaluwarsa atau tidak lagi digunakan.
Kemasan obat memiliki karakter khusus. Beberapa terbuat dari bahan berlapis yang sulit didaur ulang, dan obat yang tersisa tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan atau disalahgunakan. Artikel ini membahas cara menangani kemasan obat dengan aman.
Strip dan Blister
Strip dan blister adalah kemasan tablet atau kapsul yang paling umum. Blister biasanya terdiri dari lapisan plastik yang dibentuk dan lapisan foil aluminium di bagian belakang. Strip bisa terbuat dari foil aluminium berlapis plastik. Karena terdiri dari bahan yang direkatkan, strip dan blister umumnya sulit didaur ulang melalui jalur biasa dan jarang diterima pengepul.
Jika tidak ada program khusus di wilayah Anda, strip dan blister kosong dibuang sebagai residu. Pastikan tidak ada obat yang tersisa di dalamnya.
Botol Obat Plastik
Botol obat sirup, vitamin, dan suplemen sering terbuat dari plastik PET, HDPE, atau PP. Botol ini dapat disetor jika sudah dibersihkan dari sisa isinya dan bahannya diterima. Lepaskan tutup, terutama tutup pengaman anak yang terdiri dari beberapa bagian, dan buang sendok takar plastik ke kategori yang sesuai jika diterima. Botol obat kaca juga dapat diterima oleh pengumpul kaca di beberapa daerah.
Kardus dan Kertas Petunjuk
Kardus kemasan obat dan kertas petunjuk pemakaian dapat disetor ke jalur daur ulang kertas jika bersih dan kering. Sebelum membuang kardus dan petunjuk dari obat resep, pertimbangkan untuk merobek atau menghapus informasi pribadi seperti nama pasien jika tercantum pada label apotek.
Obat Kedaluwarsa dan Sisa Obat
Obat kedaluwarsa atau sisa obat yang tidak digunakan tidak boleh dibuang sembarangan. Jangan membuang obat ke kloset, wastafel, atau selokan, karena kandungannya dapat mencemari air. Jangan pula membuang obat utuh dalam kemasannya ke tempat sampah terbuka, karena dapat ditemukan dan disalahgunakan oleh orang lain atau termakan hewan.
Beberapa langkah yang umumnya dianjurkan:
- Tanyakan kepada apotek atau fasilitas kesehatan setempat apakah mereka menerima pengembalian obat kedaluwarsa.
- Jika tidak ada program pengembalian, ikuti panduan pembuangan obat dari otoritas kesehatan yang berlaku, misalnya mengeluarkan obat dari kemasan, mencampurnya dengan bahan lain seperti tanah atau ampas kopi, lalu memasukkannya ke kantong tertutup sebelum dibuang.
- Pisahkan kemasan yang bisa disetor dari obatnya.
- Obat khusus seperti jarum suntik atau insulin pen memerlukan penanganan khusus dan sebaiknya diserahkan ke fasilitas kesehatan.
Mengatur Kotak Obat di Rumah
Memeriksa kotak obat secara berkala, misalnya setiap enam bulan, membantu menemukan obat yang kedaluwarsa sebelum menumpuk. Simpan obat sesuai petunjuk, catat tanggal kedaluwarsa obat yang sering digunakan, dan hindari membeli obat dalam jumlah berlebihan yang akhirnya tidak terpakai.
Peran Apotek
Apotek dapat berperan dalam mengurangi sampah dan pencemaran dari obat, misalnya dengan:
- Menyediakan wadah pengembalian obat kedaluwarsa jika ada program yang didukung.
- Mengurangi kantong plastik untuk pembelian kecil.
- Memilah kardus pengiriman obat dan plastik pembungkus di gudang.
- Memberikan edukasi singkat kepada pembeli tentang cara membuang obat yang benar.
Kardus dan Plastik di Gudang Apotek
Apotek menerima kiriman obat dalam kardus dan plastik pembungkus setiap minggu. Kardus dapat disetor ke pengepul kertas, sedangkan plastik pembungkus yang bersih dapat dikumpulkan sebagai plastik lembaran jika diterima. Pemilahan di gudang membantu apotek tetap rapi dan menghasilkan sedikit tambahan pemasukan.
Keamanan Lebih Utama
Dalam penanganan obat, keamanan selalu lebih utama daripada daur ulang. Jangan memaksakan untuk mendaur ulang kemasan yang masih berisi sisa obat, dan jangan menyimpan obat tidak terpakai di tempat yang dapat dijangkau anak-anak. Jika ragu, konsultasikan dengan apoteker.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah blister bisa dipisahkan antara plastik dan foilnya? Secara manual sulit dan tidak praktis. Umumnya dibuang sebagai residu.
Apakah botol sirup bekas bisa dipakai ulang? Sebaiknya tidak untuk obat lain. Untuk keperluan non-pangan, bisa dipakai setelah dibersihkan.
Di mana mengembalikan obat kedaluwarsa? Tanyakan kepada apotek dan puskesmas setempat tentang program pengembalian yang tersedia.
Contoh di Rumah
Sebuah keluarga memeriksa kotak obat setiap awal tahun. Obat kedaluwarsa dikumpulkan dan dibawa ke apotek yang memiliki program pengembalian. Botol sirup plastik dibilas dan disetor bersama plastik lain, kardus obat disetor ke pengepul kertas, dan strip serta blister kosong dibuang sebagai residu. Kotak obat menjadi lebih rapi dan risiko salah minum obat kedaluwarsa berkurang.
Peran WasteLab
WasteLab menerima botol plastik bersih sesuai kategori melalui jaringan mitra, dan mendorong agar obat serta limbah medis ditangani melalui jalur yang sesuai, bukan dicampur dengan plastik bernilai.
Kemasan Alat Kesehatan Rumah Tangga
Selain obat, rumah tangga juga menggunakan alat kesehatan sederhana seperti termometer, plester, kasa, masker, dan alat tes tertentu. Kemasan luarnya, seperti kardus dan plastik pembungkus bersih, dapat dipilah seperti kemasan lain. Namun alat atau bahan yang sudah terkena darah atau cairan tubuh, seperti kasa bekas dan plester bekas, sebaiknya dibuang sebagai residu dalam kantong tertutup. Termometer raksa yang pecah memerlukan penanganan khusus karena raksa berbahaya; jangan dibuang ke tempat sampah biasa atau saluran air.
Membeli Obat Secukupnya
Membeli obat secukupnya membantu mengurangi obat kedaluwarsa dan kemasan yang terbuang. Untuk obat bebas, beli sesuai kebutuhan jangka pendek. Untuk obat resep, ikuti petunjuk dokter dan apoteker, dan sampaikan jika masih memiliki sisa obat yang sama di rumah agar tidak terjadi pembelian berlebih.
Edukasi di Posyandu dan Puskesmas
Posyandu dan puskesmas adalah tempat yang tepat untuk menyampaikan informasi tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kader kesehatan dapat menyisipkan pesan singkat saat kegiatan rutin, misalnya tentang memeriksa tanggal kedaluwarsa dan tidak membuang obat ke saluran air.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan umum adalah menyimpan obat kedaluwarsa bertahun-tahun di kotak obat dan membuang sisa sirup obat ke wastafel.
Pertanyaan Tambahan
Apakah sendok takar obat bisa disetor? Bisa jika bahannya diterima sebagai plastik keras dan sudah dibersihkan.
Penutup
Kemasan obat memerlukan perhatian khusus. Pisahkan obat dari kemasannya, setor botol dan kardus yang bisa didaur ulang, buang strip dan blister sebagai residu, dan serahkan obat kedaluwarsa melalui jalur yang benar. Cek kategori plastik di halaman Harga Daur Ulang WasteLab.